Daud Fek

Daud Fek

ADMINISTRASI

Website URL: http://puskosp.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Kamis 18 Oktober 2018, Puskesmas Oesapa melakukan penyuluhan dan sweeping keliling terhadap masyarakat di kelurahan Oesapa dengan tujuan agar anak yang belum diberi imunisasi MR bisa terjaring dan diberikan imunisasi MR.

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Jumat, 19 Oktober 2018 05:42

Senin 15 oktober 2018, pukul 08 : 00 WITA Petugas promkes dan kepala puskesmas oesapa mengadakan penyuluhan kepada pasien tenteng manfaat dan langkah - langkah cuci tangan dengan baik dan benar, Untuk mengingatkan betapa pentingnya melakukian cuci tangan menggunakan sabun, PBB menetapkan tanggal 15 Oktober sebagai hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sedunia


Rabu 01 Agustus 2018 imunisasi campak dan measles rubella di laksanakan secara masal.

puskesmas oesapa pada hari pertama kampanye imunisasi campak dan measles rubella mengerahkan 16 tenaga kesehatan  dari puskesmas dan pustu  yaitu  3 dokter, 8 bidan, dan 5 perawat  untuk melakukan imunisasi campak dan MR di PAUD Diaspora, SD Danau Ina dan SD I Oesapa.

  

 

 Vaksin MR aman diberikan kepada anak. Vaksin MR adalah vaksin hidup yang dilemahkan berupa serbuk kering dengan pelarut. Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial. Vaksin MR diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5 ml. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi. Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Imunisasi MR merupakan upaya pencegahan yang harus dilakukan secara rutin dan terus-menerus. Setiap anak memiliki hak untuk mendaptkan imunisasi yang lengkap. Imunisasi merupakan investasi yang sangat berharga bagi masa depan anak. Apabila orangtua memberikan imunisasi bagi anaknya, maka tidak hanya anak tersebut namun orang lain di dalam lingkungannya juga akan turut merasakan manfaatnya. Banyaknya informasi yang salah mengenai imunisasi dan disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertangung jawab dapat menghalangi upaya pemenuhan hak anak atas kekebalan diri dari penyakit berbahaya melalui imunisasi.

 

Harapan kami dari Puskesmas oesapa agar  anak bisa mendapatkan haknya untuk meiliki kekebalan tubuh melalui imunisasi. Peran media pun sangat dibutuhkan untuk menyebarkan informasi yang benar terkait imunisasi MR ini dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Puskesmas Oesapa melakukan sosialisasi persiapan kampanye imunisasi campak dan measles rubella, yang melibatkan tenaga kesehatan dari pustu, perawat ,bidan dan dokter di puskesmas oesapa.

kegiatan ini akan berlansung pada bulan Agustus 2018, dan akan dilaksanakan pemberian Imunisasi MR di instansi pendidikan (PAUD, TK, SD, SMP dan SMA), sedangkan pada Bulan September 2018 akan dilaksanakan pemberian Imunisasi MR di posyandu-posyandu yng meliputi wilayah kerja Puskesmas Oesapa.

Sebagai pemegang program imunisasi, Maria junita Yato bersama kepala puskesmas oesapa dr. Trio Hardhina telah mentukan beberapa PAUD, TK, SD dan SMA yang akan dilakukan kegiatan imunisasi tersebut.

Dalam sosialisasi ini juga telah di bagi beberapa tim diantaranya 3 orang dalam satu tim untuk melakukan pendataan dan penyuntikan.

Besar harapan kami untuk orangtua dan keluarga supaya turut berperan penting bagi anak untuk mendapatkan haknya agar memiliki kekebalan tubuh melalui imunisasi Campak dan Rubella ini.

Puskesmas Oesapa menyelenggarakan Mini  Lokakarya dan Pertemuan Lintas Sektor pada hari Senin, 30 Juli 2018.

Kegiatan ini dimulai pukul 09.30  WIB di Aula Tirta PDAM Kota Kupang dihadiri oleh lintas sektor yaitu  Camat Kelapa Lima,Dinas Kesehatan Kota, Lurah, kepala Sekolah, Guru SD, Kader Posyandu,Tokoh Masyarakat dan  Kepala Puskesmas Oesapa beserta staf puskesmas.

 

Tujuan dilaksanakannya Lokakarya adalah : Untuk Menginformasikan, mengindentifikasi capaian hasil kegiatan  puskesmas oesapa triwulan sebelumnya, membahas dan memecahkan masalah serta hambatan yang dihadapi oleh lintar sektor pada kegiatan sebelumnya dengan menganalisa serta memutuskan rencana tindak lanjut (RTL) dengan memasukan aspek umpan balik dari masyarakat dan sasaran program.

 

Foto bersama

 

Kegiatan Bakti Sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan suatu kegiatan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yg ada di dalam wilayah kerja kami Puskesmas Oesapa, kegiatan ini merupakan tujuan untuk mempererat hubungan antara masyarakat serta  memberikan motivasi tentang pentingnya kesehat, dalam upayah memberikan pelayanan kesehatan dengan cuma - cuma atau gratis.


Kegiatan ini berlangsung pada hari jumad, 27 juli 2018 di jemaat Ora ET Labora, jl. tidar .oesapa, kegiatan dimulai pada pukul 09.00 sampai selesai. jemaat Ora ET Labora dan panitia penyelengara sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan baksos tersebut, bahkan beberapa lansia yg tidak bisa jalan atau tidak sempat hadir langsung di jemput di rumah masing2 dngan kendaraan yang disediakan panitia.

Pasien yang datang langsung mengantri dan langsung di daftar untuk melakukan pemeriksaan, pasien di tensi kemudian ke dokter untuk diperiksa lalu mengambil obat

Semoga kegiatan baksos ini memberikan manfaat bagi jemaat Ora ET Labora, dan  ini salah satu pengabdian kami Puskesmas Oesapa kepada masyarakat yang ada di dalam wilayah kerja kami.

 

penulis : Df

 

 

Pemberian Makanan Bayi dan Anak sesuai standar emas yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI dan ASI sampai dengan 2 tahun atau lebih masih menjadi tantangan di Indonesia, salah satu strategi untuk memperluas cakupan pemberian makan bagi bayi anak sesuai standar adalah melalui pelatihan PMBA di tingkat masyarakat.

 


Pemberian makan yang baik sejak lahir hingga usia dua tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak.  Menurut World  Health Organization (WHO)/ United Nations Children’s Fund (UNICEF), lebih dari 50 %  kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.  Oleh karena itu upaya mengatasi masalah kekurangan gizi pada bayi dan anak balita melalui pemberian makanan bayi dan anak yang baik dan benar, menjadi agenda penting demi menyelamatkan generasi masa depan.

 

Pada tahun 2010, Kementerian Kesehatan berserta lintas program dan lintas sektor terkait telah menyusun buku Strategi Peningkatan Makanan Bayi dan Anak, yang bertujuan untuk membangun komitmen dan menjadi rujukan bagi pihak-pihak yang akan melaksanakan upaya strategi PMBA. Salah satu rekomendasi dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding, pola pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sejak lahir sampai umur 24 bulan  sebagai berikut : (1) Menyusui segera dalam waktu satu sampai dua jam pertama setelah bayi lahir (IMD), (2) Menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan, (3) Mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan; dan (4) Tetap menyusui sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.

 

Untuk menindak lanjuti strategi peningkatan makanan bayi dan anak, WHO/UNICEF telah melatih tenaga-tenaga kesehatan untuk menjadi fasilitator yang akan melatih kader dalam pelaksanaan praktek-praktek pemberian makan bayi dan anak secara nyata di masyarakat. Pada awal tahun 2013 ini diadakan pelatihan ToT bagi petugas kesehatan di 5 Provinsi yakni, Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Barat dan Jawa Timur.

 

Perbedaan dengan jenis pelatihan lainnya, pelatihan yang pada akhirnya ditujukan bagi para kader ini diadakan dengan santai namun serius. Hal ini terlihat saat pelaksanaan pelatihan yaitu seluruh peserta dan pelatih akan duduk lesehan di lantai. Pelaksanaan pelatihan dapat memanfaatkan ruangan yang ada, bahkan posyandu ataupun rumah kader sendiri. Penggunaan berbagai bentuk dinamika kelompok, permainan (games) diselingi lagu-lagu (energizer ) membuat peserta dapat menikmati pelatihan dan pesan disampaikan dengan lebih menarik.

 

sumber : gizinet

Tujuan Pengambilan Sampel Sampling Air

Untuk mendapatkan sampel, meliputi:

Air sungai, air bersih (air minum), air danau /waduk, air tanah dan air limbah yang akan dianalisis di Laboratorium, sehingga sampel air tersebut dapat diketahui kualitasnya.

Ruang Lingkup

Metode pengambilan sampel ini meliputi persyaratan dan tata cara pengambilan sampel kualitas air untuk keperluan pengujian kualitas air dsecara biologi.

Metode ini berlaku untuk pengambilan sampel uji kualitas air sungai, air bersih (air minum), air danau /waduk, air tanah dan air limbah.

 

Perhatian Awal

   Hal-hal yang menjadi perhatian awal sebelum sampling adalah:

    Peralatan pengambilan sampel,

    Wadah sampel dan kontainer,

    Penentuan lokasi dan/atau titik pengambilan sampel, Parameter yang akan diuji

    Teknik atau cara pengambilan sampel,(komposit dan/atau grabe)

    QA/QC pengambilan sampel

 

Prinsip

Pengambilan sampel merupakan hal yang penting dalam uji kualitas air dan harus mewakili keadaan air di lokasi pengambilan sampel, karena akan berpengaruhi hasil analisis di Laboratorium.

Keberhasilan metoda pengambilan sampel sangat tergantung pada peralatan untuk pengambilan sampel, teknik atau cara pengambilan, pelaksanaan dan penanganan serta penyempurnaan analisis Laboratorium.

 

 

 

 

Mekanisme Pengujian Sampel Air

    SAMPLING.

    TRANSPORTASI

    PENGUJIAN LABORATORIUM

    PELAPORAN HASIL

 

Protokol Sampling

 

    Instruksi Kerja.

    Formulir Sampling (Dokumen Pendukung):

    Surat penugasan.

    Formulir Permohonan Pengujian Sampel (FPPS).

    Formulir Data pengujian/pengukuran lapangan.

    Formulir Berita Acara (bila diperlukan).

    Lokasi dan titik sampling (GPS).

    Peralatan terkalibrasi/bebas kontaminan Kontainer/wadah.

    Kamera (bila diperlukan).

 

Quality Assurance (Jaminan Mutu) Sampling

 

    Dilaksanakan oleh personel yang kompeten.

    Menggunakan peralatan bebas kontaminan.

    Menggunakan metode sampling standar.

    Menggunakan wadah dan kontainer yang benar.

    Merekam data dengan baik dan benar.

    Mengggunakan GPS dan/atau denah lokasi.

    Dianalisis sebelum batas waktu penyimpanan maksimum.

 

Persiapan Sampling

 

    Instruksi Kerja.

    Formulir data lapangan.

    Formulir berita acara sampling (bila diperlukan).

    Surat Permohonan Pengujian Sampel.

    Surat penugasan, dokumen kontrak (bila perlu).

    GPS, kamera (bila perlu).

    Alat sempling.

    Wadah sampel.

    Kontainer.

    Pakaian pengaman: sepatu, kaca mata, kaos tangan, masker, alkohol 70%, korek api, lampu spiritus, kapas.

    Alat tulis, akuades dan pembersih

 

Sumber : Acara Sertifikasi Asosiasi Depot Air Minum (ASDAM) Dinkes Kota Yogyakarta 1-2 Juli 2013

Vaksin MR (vaksin campak dan rubella) diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Seperti diketahui, campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penularan kedua penyakit ini biasanya melalui saluran napas, terutama dari kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi melalui batuk atau bersin.